|
Berteriak menggelagar Jiwa - jiwa serakah dan egois itu menatapku Mataku nanar penuh darah Telunjukku menghardik tanpa suara Mereka menjadi kosong Menguap entah kemana Bersembunyi dalam kepalsuan .. Makin dalam .. Tak bisakah mereka mendengarku dengan hati ?? Aku jatuh oleh letih.. Jutaan peluh menari di tubuhku Lembabnya merasuki jiwaku Dingin .. Hampa.. Tapi membuat apiku makin berkobar Siapakah yang mengenal aku ?? Kesunyian makin beku ( lagi - lagi tanpa suara ..) Siapakah yang mengingat kata - kataku ?? Iblis - iblis itu muncul mengancungkan tangan.. "Pergilah ... Sebelum kulumat, hingga engkau tak lagi mengenali wujudmu". Wahai engkau bangsat - bangsat kegelapan Ketika gelap engkau datang.. Ketika terang engakau menghilang ... Bukan karena engkau takut cahaya .. Tapi engkau malu dikenali Sudah kunajiskan engkau di antara segala penghuni Agar engkau selalu tak kasat mata Hiduplah dimana engkau suka Tapi jangan di hatiku Bahkan hanya bauk kentutumu Bisa membuat ku meradang lagi Aku merebah.. Pikiranku terurai Menjuntai jadi cerita .. Kuikat perlahan menjadi satu Agar tidak terlepas menjadi kisah yang liar "Cobalah sadari dan tenangkan hatimu. Tak perlu kamu harus terlalu peduli pada semua hal, karena setiap orang bermain sesuai dengan perannya. Dunia ini sarat oleh kepentingan dan kebohongan," pikiranku menyeruak. Tapi batinku merintih, "Aku belum bisa memahami". Alam luruh dalam sunyi Sejumput tetes hujan jatuh digenggaman Mei 2008 berlalu .. Tertatih aku melangkahi jiwaku "Tuhan, inilah aku. Sudah kubunuh hasrat dan kebencianku agar kita bisa kembali berdiskusi. Tapi tolong, berikan air penyucianMu, agar bisa kubasuh tubuh, jiwa dan rohku, karena sudah kubiarkan dunia memperkosa aku sepanjang musim ini." PS : Maaf untuk semua yang sudah merasa terpojok karena kemarahanku dan kata - kataku . Sekali lagi, Maafkan saya. |
| Leave a Comment: |