Entry: Hiduplah .. Friday, March 16, 2007



Oleh : Andrie Wongso

Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang
dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras,
sambil
suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.

Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil
berkata, "Ada apa anakku pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku?
Ada sesuatu yang penting?" "ampun guru, maafkan saya terpaksa
mengganggu
tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan" Si guru kemudian
mempersilahkannya masuk kedalam rumah dan pemuda itupun segera
menceritakan kegundahannya yakni semalam dia bermimpi di jemput
malaekat
dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi
sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia
terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul
perasaan
takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaekat benar-benar datang
kepadanya.

Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan
datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku.
Kematian adalah rahasia Tuhan". "Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan
selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini desak si
murid. "Baiklah. Sebenarnya, rata-rata manusia meninggal berusia 70
sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih
dari perkiraan tersebut". Merasa tidak puas dia kembali bertanya "jadi,
umur berapakah manusia pantas untuk mati?" sambil pandangannya
menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu
manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu,
manusia semakin tua dan kapanpun bisa mengalami kematian". "lalu,
bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"tanyanya lagi. "

Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai
hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. bekerjalah secara
jujur
dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan.
Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti? Dengan wajah gembira
si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. saya akan belajar
dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini
sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru".

Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari
kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari
esok
belum datang,

Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagian bagi setiap
orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh
totalitas!
Sekali lagi,

Hiduplah saat ini!!

Merdeka dan Tetap Semangat !!

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments