Entry: Jogja, 18 Februari 2007 Wednesday, February 28, 2007



Langit murka !
<"Tak biasa hatiku begini gelisah", bisikku sendiri.>

Hujan Lebat seolah mengurung ..
Dalam ketakutan .. Kami merasa terkurung

Ku dengar di sisi sana
Badai mulai datang
Menguji kepasrahan
Memasung harapan di belung hati terdalam

Lalu hujan tiba - tiba diam
Ku arahkan mataku tinggi
Memaksa resahku ikut selidik ...
<"Sunyi yang asing ", hatiku meragu.>
Disela isak tangis yang tertahan
<"Sudah saatnyakah meratap ?", lirihku berdoa.>

<"Sebentar ... ", ucap otakku kepada hati.>
Lamat terdengar suara burung bernyanyi riang - seolah bersyukur atas berkah hujan hari ini
Menjadi sebuah keindahan yang janggal .. < - Jeda - >

Dan hujan datang kembali
Kali ini, menemani kami menangis
Meratapi hidup yang berserakkan
Di antara puing - puing damai
Yang pagi tadi masih indah ..

<"Ah, Thanx Dear Lord, kami masih boleh hidup meski harus kehilangan lagi", ucapku lirih sebagai sekelumit doa yang terucap dari hati ketika kembali menatap langit di antara hujan rintik rintik malam itu.>


- Dipersembahkan kepada Para Korban Puting beliung Yogyakarta -

- Satu Jogja -
- Satu Wajah -
- Satu Duka -
- Satu Tangis -

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments