Entry: Injil Yudas [Again] Tuesday, September 26, 2006



Berikut adalah terjemahan bebas dari artikel tentang Injil Yudas yang ditulis oleh Patrick Zukeran, seorang Research Associate dari Probe Ministries (1990-present), author, teacher, national and international speaker on apologetics, cults, world religions, Bible, theology, and current issues.


--------------------------------------------------------------------------------


Headline surat kabar di seluruh dunia melaporkan Injil Yudas yang hilang telah ditemukan dan diterjemahkan. Injil ini melahirkan pandangan baru tentang kehidupan Kristus dan hubungan-Nya dengan Yudas yang berbeda dengan apa yang digambarkan dalam Perjanjian Baru. Dia adalah seorang pahlawan! Dan sebagai murid Yesus yang paling dipercaya, Yesus memerintahkan Yudas untuk menyerahkan-Nya kepada prajurit Romawi, dan bukan pengaruh setan!. Akankah Injil Yudas melahirkan kisah baru? Akankah umat Kristiani menjadi bimbang tentang sejarah baru ini?

Injil Yudas ditemukan pada tahun 1978 oleh seorang petani di sebuah gua dekat El Minya Mesir Tengah. Peneliti memperkirakan penulis-an teks Coptic ini antara 300 M dan 400 M. Mereka percaya teks ini ditulis dalam bahasa Yunani dan manuskrip aslinya ditulis di perteng-ahan abad kedua.

Walaupun penulisnya tidak diketahui, namun sepertinya bukan Yudas atau pengikut Yesus yang menulisnya. Ini mencerminkan ajaran Gnostik yang mulai berkembang pada zaman tersebut. Irenaeus (Uskup Lyon)yang pertama kali pada tahun 180 M menulis dan menganggap ajaran ini adalah sesat (bidah).

Injil Yudas sama dengan literatur Gnostik yang ditemukan di sepanjang Nil termasuk Nag Hammadi yang mengandung 45 teks Gnostik yaitu Injil Maria, Injil Petrus dan teks lain.

Apakah ajaran Gnostik ini?

Gnostik berkembang dari abad kedua hingga abad keempat. Gnostik berasal dari bahasa Yunani yaitu gnosis yang berarti pengetahuan dan merujuk kepada pengetahuan mistis atau rahasia dari Allah dan penyatuan diri dengan Allah. Berikut ringkasan filosofi Gnostik.

Pertama, Gnostik mengajar pengetahuan rahasia tentang dualisme yaitu dunia (baca:daging)adalah jahat dan alam roh adalah baik. Kedua, Allah tidak berbeda dari manusia namun manusia memiliki sifat ke-allah-an. Allah adalah semangat dan cahaya dalam setiap individu. Bila seseorang mengerti dirinya, dia akan mengerti semuanya. Ketiga, masalah fundamental dalam Gnostik bukanlah dosa tetapi ketidakmengertian. Cara untuk menyatukan diri dengan ke-allah-an ialah mencapai pengetahuan mistis. Keempat, keselamatan dicapai dengan memperoleh pengetahuan atau gnosis dari alam semesta dan dari diri sendiri. Kelima, tujuan Gnostik ialah unity dengan Allah. Ini dicapai dengan membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci ini supaya jiwa dapat pergi melewati udara dan menghindar dari yang jahat dan menyatukan diri dengan Allah.

Gnostik mengajar Yesus tidak berbeda dari para pengikut-Nya. Mereka yang telah mencapai Gnostik akan menjadi seorang Kristus seperti Yesus. Profesor agama dari Universitas Princeton, Dr. Elaine Pagels menulis, ‘Siapa yang mencapai gnosis bukan lagi seorang Kristen tetapi Kristus”. Jadi Yesus bukanlah Anak Allah dan penyelamat yang mati untuk menebus dosa dunia tetapi hanyalah seorang guru yang memberikan pengetahuan rahasia kepada para pengikutnya.

Filosofi Gnostik bertentangan dengan pengajaran Perjanjian Lama dan Baru. Alkitab menentang ajaran Gnostik tentang sifat Allah, Kristus, materi dunia (kedagingan), dosa, keselamatan dan kehidupan akhir. Agama Yahudi dan Kristen menentang ajaran Gnostik dan menganggapnya ajaran sesat begitu juga sebaliknya Gnostik yang menentang ajaran Kristen. Filosofi Gnostik yang dikisahkan pada keseluruhan Injil Yudas, seperti literatur Gnostik yang lain, hanya terdapat sedikit sekali persamaan dengan Perjanjian Baru. Injil Yudas ini bahkan bertentangan sama sekali dengan Perjanjian Baru.

Isi Injil Yudas

Filosofi Gnostik bertentangan dengan Kristen yang alkitabiah dan Injil Yudas menggambarkan Gnostik dan bukan teologi alkitabiah. Contohnya, filosofi Gnostik yang menggambarkan misi Yesus sebagaimana digambarkan dalam Injil ini.

Dr. Marvin Meyer, seorang professor Alkitab dari Chapman College, merumuskan misi utama Yesus berdasarkan injil ini. “Kematian Yesus dalam Injil Yudas bukanlah suatu tragedi atau pun penebusan. Kematian adalah jalan keluar dari wujud fisik yang absurd dan tidak menakutkan. Jauh dari kesedihan dan kematian Yesus membebaskannya dari tubuh dan kembali ke rumahnya di surga. Dan deng-an mengkhianati Yesus, Yudas membantu kawannya tersebut (Yesus) untuk melepaskan diri dari tubuhnya.”

Misi Yesus dalam Perjanjian Baru adalah sangat jelas. Dia datang untuk mati bagi penebusan dosa dunia dan mengalahkan kubur dengan kebangkitan tubuh-Nya. Sangat kontradiksi dengan Injil Yudas yang mengajarkan Yesus yang ingin mati untuk membebaskan diri-Nya dari penjara tubuh-Nya.

Selain itu, Gnostik mengajarkan bahwa masalah manusia bukanlah dosa tetapi ketidakmengertian. Yesus bukanlah penyelamat tetapi hanyalah seorang guru yang memberikan pengetahuan rahasia kepada orang yang layak menerimanya. Yudaslah yang dianggap layak menerima pengetahuan tersebut. Dr Meyer menulis, “Bagi Gnostik, masalah fundamental bagi hidup manusia bukanlah dosa tetapi ketidakmengertian dan jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah ini bukanlah melalui iman tetapi melalui pengetahuan. Dalam Injil Yudas, Yesus menyampaikan kepada Yudas - dan kepada pembaca injil ini – pengetahuan yang dapat menghapuskan ketidaktahuan dan membawa kesadaran pada diri sendiri dan Allah”

Gnostik juga mengajarkan bahwa dunia nyata ini adalah jahat. Allah tidak menciptakan dunia nyata ini, tetapi Dia menciptakan ion-ion dan malaikat yang kemudian akan menciptakan, mengatur dan menguasai dunia ini. Karena hal tersebut tidak suci, maka Allah tidak secara langsung menciptakannya. Dalam Injil Yudas, Yesus bertanya kepada pengikutnya, “Bagaimanakah kalian mengenal saya” Mereka tidak dapat menjawabnya dengan benar. Sebaliknya Yudas menjawab, “Aku tahu siapa Engkau dan dari mana Engkau datang. Engkau datang dari alam kekal Barbelo”

Barbelo dalam ajaran Gnostik ialah pencurahan Allah yang pertama, sering digambarkan sebagai figur ibu-ayah. Sebab Allah tidak memasuki dunia yang tidak suci ini, Barbelo adalah alam perantara dari mana dunia ini diciptakan tanpa mencemarkan Allah.

Jelasnya, Barbelo adalah istilah Gnostik dan asing dalam ajaran Kristen. Yesus menyatakan dalam Yohanes 3:13 bahwa Dia datang dari sorga. Ayat Yunaninya ialah houranos. Penulis Perjanjian Baru melihat Yesus duduk di sebelah kanan Bapa. Yesus berasal dari sorga dan akan tinggal selamanya dengan Bapa-Nya.

Alasan Bahwa Injil Yudas Bukan Bagian Dari Perjanjian Baru

Terdapat banyak bukti untuk tidak memasukkan Injil Yudas dalam kitab injil yang diwahyukan. Pertama, ditulis terlalu terlambat untuk memiliki hubungan apostolik. Rasul Kristus diberi kekuasaan untuk menulis injil. Satu syarat untuk dapat masuk dalam kanon Perjanjian Baru adalah bahwa buku tersebut harus ditulis oleh seorang rasul atau yang memiliki hubungan dekat. Karena hubungan kerasulan ini sangat penting, haruslah ditulis pada abad pertama. Injil Yudas ditulis pada pertengahan abad kedua terlalu terlambat untuk dihubungkan dengan para rasul.

Kedua, literatur yang diwahyukan itu haruslah konsisten dengan wahyu Allah yang terdahulu. Allah bukanlah allah yang salah namun yang adalah Allah yang benar, dan firman-Nya tidak kontradiktif dengan kebenaran. Filosofi Gnostik dalam Yudas ini tidak konsisten dengan ajaran Perjanjian Lama dan Baru.

Perjanjian Lama mengajarkan Allah menciptakan alam semesta dan Adam Hawa (Kejadian 1-3). Kejadian mengisahkan semua ciptaan Allah adalah baik. Ini bertentangan dengan ajaran Gnostik, Allah menciptakan dunia ini dan menyatakan semuanya baik.

Ajaran Gnostik mengajarkan Allah tidak menciptakan dunia ini sebab materi dunia ini tidak suci, maka Tuhan menciptakan ion-ion dan malaikat. Makhluk inilah yang kemudian menciptakan alam semesta. Dalam Injil Yudas, Yesus menceritakan tentang penciptaan dunia, manusia dan para ion dan malaikat. Para malaikat ini yang mengatur ketidakteraturan. Salah satunya adalah malaikat Saklas yang menciptakan Adam dan Hawa. Injil ini menceritakan: “Biarlah 12 malaikat datang untuk mengatur ketidakteraturan. Dan lihatlah, dari awan datang malaikat yang wajahnya bercahaya api dan penampakannya dipenuhi dengan darah. Namanya Nebro yang artinya pemberontak atau sering disebut dengan Yaldabaoth. Saklas, malaikat yang lain itu juga datang dari awan. Nebro menciptakan enam malaikat - dan begitu juga dengan Saklas - untuk membantunya, dan terciptalah kedua belas malaikat tersebut yang masing-masing mempunyai bagian dalam sorga.

Ia juga mengatakan, “Saklas memberitahu malaikat-malaikatnya, ‘Marilah kita menciptakan manusia yang menyerupai kita’. Mereka menciptakan Adam dan isterinya Hawa, yang disebut, dalam awan, Zoe”

Ini sangat bertentangan dengan Perjanjian Lama di mana Allah-lah yang menciptakan alam semesta. Kemudian Allah menciptakan Adam dari tanah, dan istrinya Hawa dari Adam.

Injil Yudas juga bertentangan dengan ajaran Perjanjian Baru. Injil ini mengajarkan bahwa tubuh itu jahat dan Yesus ingin membebaskan diri-Nya dari tubuh fisik-Nya. Yesus mengarahkan Yudas, “Tetapi engkau (Yudas) akan melebihi mereka semua. Karena engkau akan mengorbankan orang yang menjadi pakaian-ku”. Yesus mati dengan bantuan Yudas dan akan membebaskan roh-Nya untuk bersatu dengan Allah.

Sebaliknya, Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Yesus tidak pernah ingin membebaskan diri-Nya dari tubuh-Nya. Faktanya, Yesus mengajar bahwa kebangkitanNya adalah kebangkitan fisik (Yohanes 2:19-22). Dalam Lukas 24:39, Yesus menjelaskan kepada para pengikut-Nya bahwa Dia mempunyai tubuh fisik-Nya. “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Dalam Yohanes 20 dan 21, Yesus menyatakan bahwa tubuh-Nya yang disalibkan itu yang dibangkit-kan. Dia mengundang Thomas dalam pasal 20 untuk menyentuh parut-Nya. Jika Yesus bangkit sebagai roh, Dia bersalah kerana menipu para pengikut-Nya.

Paulus mengajar dalam 1 Korintus 15 tentang kebangkitan tubuh. Dia menerangkan bahwa Yesus bangkit dari maut dan lebih dari 500 orang bersaksi terhadap fakta ini. Dia juga menerangkan bahwa kebangkitan tubuh itu ialah tubuh fisik tetapi berlainan dengan tubuh kita di dunia ini. Pada saat kebangkitan, tubuh umat Kristiani akan memperoleh tubuh kemuliaan. Ini jelas bertentangan dengan ajaran Gnostik yang berusaha membebaskan diri dari tubuh yang tidak suci. Paulus tidak mengajar umat Kristiani untuk membebaskan diri dari tubuh, namun menantikan kebangkitan tubuh (1 Tesalonika 4:13-18).

Kesimpulan

Meskipun adanya sensasi media, Injil Yudas sama sekali tidak mempengaruhi kebenaran sejarah atas Injil-Injil dan bukan ancaman bagi ketuhanan Kristus. Injil ini tidak dapat dianggap sebagai injil yang diwahyukan seperti buku-buku dalam Perjanjian Baru. Ia ditulis pada akhir abad kedua dan apalagi, tidak ditulis oleh Rasul Kristus atau orang yang dekat dengan rasul. Ajarannya bertentangan dengan Perjanjian Lama dan Baru. Dan menjelaskan informasi yang sangat sedikit sehingga dapat dianggap sebagai sejarah. Injil Yudas memberikan kita gambaran yang lebih kepada permulaan Gnostik. Dan tentu saja injil ini tidak menjelaskan fakta sejarah baru dari Yesus yang akan mempengaruhi Perjanjian Baru.

Sumber : http://www.geocities.com/injilyudas/Probe1.htm


Based On : http://sehati.blogsome.com/2006/07/04/download-versi-alkitab/#more-21

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments