Nyanyian Jiwa





   

<< November 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



-- Link - Link --

  • Lirik Barat
  • Dian Sastrowardoyo

  • Wikipedia Indonesia

  • Lirik Lagu Nasional

  • Sekilas Tentang 100 Tokoh Dunia


  • --Cuaca--
    Click for Jogyakarta, Indonesia Forecast Click for Jakarta Observatory, Indonesia Forecast Click for Sorong, Indonesia Forecast Click for Kota Jayapura, Indonesia Forecast -- Statistik-- Statistik User Online
    1
    Page Views
    1991107
    From
    1.1 tazza:3128 (squid/2.6.STABLE5) 61.8.74.186
    Indonesia
    Browser
    Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1)
    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    rss feed

    Wednesday, October 17, 2007
    KITAB-KITAB APOKRIFA DAN PSEUDEPIGRAFA

    KITAB-KITAB APOKRIFA


    Kata 'apocrypha' berarti "tersembunyi". Ketika digunakan untuk kumpulan tulisan-tulisan Yahudi dari masa intertestamental kata tersebut mempunyai dua konotasi:

    1. Kitab-kitab yang "disembunyikan" karena sifatnya yang esoteric (hanya dipahami dan diketahui oleh beberapa orang tertentu saja), atau

    2. Kitab-kitab yang "disembunyikan" karena memang harus demikian - karena kitab-kitab tersebut tidak pernah diakui sebagai kanon oleh orang-orang Ibrani.

    Apokrifa adalah kumpulan empat belas (atau lima belas, bergantung pada penghitungannya) kitab yang ditulis oleh penulis-penulis saleh Ibrani
    antara tahun 200 sebelum Masehi dan tahun 100 Masehi. Kitab-kitab ini semula ditulis dalam bahasa Yunani dan Aram dan telah dipelihara dalam bahasa Yunani, Latin, Etiopia, Kupti, Arab, Siria, dan Armenia. Apokrifa berisi enam gaya atau jenis sastra yang berbeda-beda, termasuk sastra yang bersifat mendidik (didaktik) agama, romantis, sejarah, nubuat(menyangkut surat dan wahyu), dan legenda.

    Berikut adalah nama-nama kitab Apokrifa:

    1. Kebijaksanaan Salomo (kira-kira tahun 30 sM)
    2. Eklesiastikus (Sirakh) (132 sM)
    3. Tobit (kira-kira tahun 200 sM)
    4. Yudit (kira-kira tahun 150 sM)
    5. 1 Esdras (kira-kira 150-100 sM)
    6. 1 Makabe (kira-kira tahun 110 sM)
    7. 2 Makabe (kira-kira 110-70 sM)
    8. Barukh (kira-kira 150-50 sM)
    9. Surat Nabi Yeremia (300-100 sM)
    10. 2 Esdras (kira-kira tahun 100)
    11. Tambahan pada Ester (140-130 sM)
    12. Doa Azaria (abad kedua atau pertama sM) (Kidung Tiga Pemuda)
    13. Susana (abad kedua atau pertama sM)
    14. Dewa Bel dan Naga (kira-kira 100 sM)
    15. Doa Manasye (abad kedua atau pertama sM)

    Pada mulanya kitab-kitab Apokrifa itu ditambahkan satu demi satu pada edisi Septuaginta yang belakangan, terjemahan dalam bahasa Yunani dari Perjanjian Lama Ibrani yang diselesaikan sekitar tahun 250 sM karena dianggap perlu sebab dampak Helenisme terhadap Yudaisme. Kitab-kitab ini jelas terpisah dari Alkitab Ibrani dan tidak dianggap oleh orang Ibrani sebagai bagian dari kanon Perjanjian Lama. Namun, para ahli kitab Ibrani tidak membuat catatan apa pun mengenai hal ini, sehingga menimbulkan sedikit kebingungan di antara orang-orang Kristen yang berbahasa Yunani yang menerima Septuaginta sebagai Alkitab mereka. Hal ini terutama terjadi sesudah tahun 100, semenjak beberapa salinan Septuaginta diterjemahkan oleh para juru tulis Kristen.

    Selama abad-abad awal dari kekristenan terjadi silang pendapat sehubungan dengan kanonitas kitab-kitab Apokrifa. Misalnya, bapa-bapa gereja Yunani dan Latin seperti Ireneus, Tertulianus, dan Klemes dari

    Aleksandria mengutip Apokrifa dalam tulisan mereka sebagai "Kitab Suci", dan Sinode di Hippo (tahun 393) mengesahkan penggunakan Apokrifa sebagai kanon. Akan tetapi, orang lain seperti Eusebius dan Athanasius membedakan Apokrifa dari Perjanjian Lama.

    Pertentangan mengenai Apokrifa sebagai kanon Perjanjian Lama memuncak dengan penerbitan Vulgata, Perjanjian Lama dalam bahasa Latin oleh Hieronimus (tahun 405). Ditugaskan oleh Paus Damasus, terjemahan Perjanjian Lama dalam bahasa Latin ini dimaksudkan sebagai edisi "populer" Alkitab untuk Gereja Roma yang kudus. Hieronimus menentang pengakuan Apokrifa sebagai kanon Perjanjian Lama dan membuat catatan-catatan yang cermat dalam edisi Vulgatanya dengan tujuan itu.

    Akan tetapi, beberapa revisi yang belakangan dari Vulgata Hieronimus ini lalai untuk mencantumkan perbedaan-perbedaan yang jelas ini, dan segera saja kebanyakan pembaca Latin tidak mengetahui adanya perbedaan antara Perjanjian Lama dan Apokrifa.

    Reformasi sekali lagi memunculkan masalah Apokrifa sebagai kanon dalam diskusi-diskusi utama gereja. Sementara para tokoh reformasi menerjemahkan Perjanjian Lama ke dalam bahasa umat mereka, mereka mendapatkan bahwa Alkitab Ibrani tidak memuat kitab-kitab Apokrifa.

    Jadi, penilaian mereka "kitab-kitab yang kurang penting" ini tidak dicantumkan dalam kanon Perjanjian Lama atau dilampirkan sebagai kumpulan kitab yang terpisah dan lebih rendah mutunya. Hal membedakan antara kanon dan Apokrifa ini diantisipasi oleh Wycliffe dalam terjemahan bahasa Inggris yang dilakukannya pada tahun 1382. Kaum puritan diakui sebagai kelompok yang telah mengeluarkan seluruh Apokrifa dari Alkitab bahasa Inggris. Tradisi tidak mencantumkan Apokrifa ini masih tetap merupakan ciri khas dari mayoritas versi bahasa Inggris yang diterbitkan oleh golongan protestan.

    Gereja Roma Kudus menanggapi para tokoh reformasi pada konsili di Trente (1545-1564). Di konsili tersebut pada pemimpin menegaskan kembali Vulgata sebagai Alkitab gereja yang benar dan mengumumkan bahwa Apokrifa adalah sama dengan materi kanonik (teristimewa kitab Tobit, Sirakh, Kebijaksanaan, Yudit, 1-2 Makabe, Barukh, dan Tambahan-tambahan pada kitab Ester dan kitab Daniel). Sekarang kumpulan tersebut biasanya disebut Deuterokanonika, dan hal ini dibenarkan oleh konsili Vatikan pada tahun 1870. Gereja Katolik Roma mengutip Deuterokanonika untuk menguatkan doktrin, termasuk konsep Api Penyucian, manfaat melakukan perbuatan-perbuatan baik, dan praktek mendoakan orang mati.

    * Tobit 12:9, "The same night also I returned from the burial, and slept by the wall of my courtyard, being polluted and my face was uncovered."

    * 2 Makabe 12:43-45, "43 And when he had made a gathering throughout the company to the sum of two thousand drachms of silver, he sent it to Jerusalem to offer a sin offering, doing therein very well and honestly, in that he was mindful of the resurrection: For if he had not hoped that they that were slain should have risen again, it had been superfluous and vain to pray for the dead. And also in that he perceived that there was great favour laid up for those that died godly, it was an holy and good thought. Whereupon he made a reconciliation for the dead, that they might be delivered from sin."

    * 2 Esdras 8:33, "For the just, which have many good works laid up with thee, shall out of their own deeds receive reward."

    * 2 Esdras 13:46, "Then dwelt they there until the latter time; and now when they shall begin to come,"

    * Sirakh 3:30, "Water will quench a flaming fire; and alms maketh an atonement for sins."

    Pengakuan Westminster pada tahun 1647 menolak pengilhaman dan otoritas Apokrifa dan tidak bersedia menerima kumpulan kitab tersebut sebagai bagian dari kanon Alkitab. Gereja-gereja Protestan pada umumnya menganut pendapat ini sehubungan dengan Apokrifa. Kendatipun tidak diakui ataupun dipraktekkan secara luas dewasa ini, penilaian Martin Luther terhadap Apokrifa masih tetap bermanfaat. Ia berpendapat bahwa kitab-kitab Apokrifa tidak sepadan dengan Alkitab, tetapi berguna untuk dibaca dan bernilai untuk membangun diri sendiri.

    Salah satu alasan tidak diterimanya kitab-kitab Apokrifa adalah karena kitab-kitab itu mengandung kesalahan dan bertentangan dengan kitab-kitab yang resmi dalam Alkitab sebagai contoh:

    * 2 Makabe 2:23, "All these things, I say, being declared by Jason of Cyrene in five books, we will assay to abridge in one volume." - "Semuanya itu telah diuraikan oleh Yason dari Kirene dalam lima buku lima buah. Kami ini hendak berusaha mengikhtisarkan semuanya dalam satu jilid saja."

    * 2 Makabe 15:37b-38, "And here will I make an end. And if I have done well, and as is fitting the story, it is that which I desired: but if slenderly and meanly, it is that which I could attain unto." - "Maka aku sendiripun mau mengakhiri kisah ini. Jika susunannya baik lagi tepat, maka itulah yang kukehendaki. Tetapi jika susunannya hanya sedang-sedang dan setengah-setengah saja, maka hanya itulah yang mungkin bagiku."

    Kutipan di atas menentang kebenaran bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah, bukan oleh manusia serta tidak ada nubuat atau kitab yang dihasilkan oleh pikiran manusia, dalam ayat-ayat berikut:

    * 2 Timotius 3:16, "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."

    * 2 Petrus 1:20-21, "Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah."

    Kesalahan-kesalahan lain dalam kitab Apokrifa adalah kesalahan sejarah, kesalahan doktrin, misalnya membenarkan bunuh diri, menyetujui doa untuk orang mati, membenarkan kekejaman terhadap budak-budak, mengajarkan praeksistensi jiwa, membenarkan penipuan dan pengutukan.



    KITAB-KITAB PSEUDEPIGRAFA


    Yudaisme intertestamental menghasilkan kumpulan kedua dari karya-karya sastra yang tidak diterima dalam kanon Alkitab dan berbeda dari Apokrifa.
    Kumpulan kitab ini dikenal sebagai Psedepigrafa Perjanjian Lama (atau "kitab-kitab yang ditulis dengan nama samaran"). Delapan belas kitab ini ditulis oleh para penulis Yahudi yang saleh antara tahun 200 sebelum Masehi dan tahun 200 Masehi. Kitab-kitab tersebut mula-mula ditulis dalam bahasa Ibrani, Aram, dan Yunani, dan sudah dipelihara dalam bahasa Yunani, Siria, Etiophia, Kupti, dan Armenia.


    Berikut daftar kumpulan standar dari Pseudepigrafa

    1. Kitab Yobel
    2. Surat Aristeas
    3. Kitab Adam dan Hawa
    4. Yesaya Mati Syahid
    5. 1 Henokh
    6. Wasiat Dua Belas Patriarkh
    7. Orakel dari Sibyl
    8. Pengangkatan Musa ke Surga
    9. 2 Henokh, atau Kitab Rahasia Henokh
    10. 2 Barukh, atau Apokalips Siria dari Barukh
    11. 3 Barukh, atau Apokalips Yunani dari Barukh
    12. 3 Makabe
    13. 4 Makabe
    14. Aboth Pirke
    15. Kisah Ahikar
    16. Mazmur-mazmur Salomo
    17. Mazmur 131
    18. Fragmen Sebuah Karya Tulisan Orang Zadok

    Kendatipun kumpulan kitab tersebut tetap berada di luar kanon yang diakui baik dalam Yudaisme maupun dalam kekristenan, kitab-kitab itu tetap diedarkan dan dibaca di mana-mana dalam gereja Kristen. Bahkan, surat Yudas dalam Perjanjian Baru diduga mengutip 1 Henokh dan menyinggung hal Musa diangkat ke surga, namun kebenarannya masih menjadi perdebatan, karena ada kemungkinan Kitab Henokh justru ditulis setelah Kitab Yudas Perjanjian Baru ditulis.



    Sumber:

    - "A Survey of the Old Testament", Andrew E. Hill, Michigan, USA: 1991
    - "Oxford Apocrypha 1769," October 1995
    - "Anda Bertanya? Alkitab Menjawab", Dr. Caprili Guanga, Departemen Literatur Saat, Malang: 1998.


    Pseudepigrafa atau tulisan samar-samar. Istilah ini dipakai bagi karya tulis Yahudi yang tidak termasuk Kanon PL dan tidak mendapat tempat dalam Apokrifa. Karya-karya tulis ini juga tidak meliputi Gulungan Laut Mati.

    Kitab-kitab Apokrifa dimasukkan ke dalam Alkitab Yunani, tapi Pseudepigrafa tidak pernah dianggap kanonik. Kendati demikian Pseudepigrafa penting selama kurun waktu antar perjanjian, dan berharga demi kejelasan latar belakang Yahudi dalam PB. Sebagian besar, walaupun tidak semua tulisan yang termasuk kelompok ini diterbitkan dibawah nama alias, dan oleh karena itu nama samaran pada umumnya cocok.

    Tulisan itu dapat dibagi menjadi kelompok Palestina dan kelompok Yahudi-Helenistis, sebab tempat asalnya sangat mempengaruhi bentuk dan tujuannya. Karena ada suatu tema yang begitu berperan pada jumlah terbesar tulisan itu, maka tepat bila digambarkan sebagai kepustakaan gerakan apokaliptik.



    1.Kelompok Palestina


    Kelompok Palestina memuat tiga jenis pustaka yang berbeda yaitu puisi, legenda dan apokaliptik. Psalms of Salomons hampir pasti termasuk kepada paroan kedua abad 1 SM dan menjadi contoh polemik anti-Saduki dari Farisi pada kurun waktu itu. Dalam sebagian besar dari 18 mazmur ini, yang meniru Mazmur Daud, tiada hunjukan (pernyataan yang merujuk-red) pada Mesias (kecuali Psalms of Solomons 17) tapi bicara banyak tentang kerajaan mesianis.

    Penggulingan wangsa (keturunan raja-red) Hasmon oleh Pompius dari Roma dipandang sebagai tindakan ilahi, sekalipun Pompius sendiri dikutuk karena mencemarkan Bait Suci. Ada upaya pengumpulan mazmur lainnya selama kurun waktu antar perjanjian, misalnya Psalms of Joshua, dapat ditemukan di perpustakan Qumran.

    Ada banyak kitab berwujud perluasan legendaris dari sejarah alkitabiah yang didasarkan terutama pada hukum Taurat, sekalipun memasukkan beberapa legenda tentang nabi-nabi. Yang tertua diantaranya adalah Testaments of the Twelve Patriachs, didasarkan pada Kejadian 49. Masing-masing putra Yakub memberikan petuah kepada keturunannya, dan banyak dari ajaran ini yang bermoral tinggi. Mereka ditampilkan sebagai tinjauan kegagalan mereka sendiri dalam berperan sebagai beringatan bagi orang lain.

    Buku lain didasarkan atas Kitab Kejadian adalah Book of Jubilees disebut demikian karena sistem penanggalannya. Penulisnya menyokong tahun yang terdiri 364 hari, guna membantu orang Yahudi dapat melaksanakan perayaan pada hari yang tepat. Seluruh isi kitab itu cenderung sebagai pernyataan Musa di gunung Sinai dan jelas bermaksud untuk menegakkan nilai kekal hukum Taurat.

    Penulisnya seorang farisi, bermaksud memberantas pengaruh Helenisme yang merajalela selama bagian terakhir dari abad kedua SM. Di sepanjang ‘pernyataan’ itu ada banyak tambahan kepada sejarah alkitabiah, seperti pendapat yang mengatakan bahwa yang mendorong Abraham mengurbankan Ishak (17:16; 18:9; 12) bukanlah Allah melainkan iblis. Penulis menuntut dengan keras supaya orang-orang melaksanakan upacara-upacara Yahudi khususnya sunat dan pensucian sabat (15:33; 2:23-31; 50:6-13). Kitab ini dikenal di Qumran dan ada kemiripannya dengan naskah Damsyik.

    Dalam nada yang sama dengan kitab Testaments of the Twelve Patriarchs ialah Testaments of Job, dimana Ayub memberikan kata-kata perpisahan kepada anak-anak dari sitri keduanya. Ayub digambarkan menilik kembali hidupnya yang lampau.

    Kitab itu diakhiri dengan uraian tentang percakapan khusus yang diberikan kepada tiga putrinya untuk menyanyikan nyanyian sorgawi, dan sementara itu jiwanya diangkat dengan kereta ke surga. nampaknya penulis kitab itu adalah salah satu anggota dari salah satu bidat Yahudi yang paling keras(mungkin aliran Khasidim) dan dapat diberi penanggalan kurang dari 100 SM.

    Tulisan Pseudepigrafa lainnya yaitu Life of Adam and Eve yang beberapa bagiannya sejajar dengan Apocalypse of Moses (bahasa Yunani),berisi sebuah rekonstruksi khayali tentang sejarah setelah kejatuhan ke dalam dosa. Dan sepanjang sejarah itu Adam mendapat penglihatan tentang perkembangan sejarah Yahudi hingga zaman setelah pembuangan. Pada umumnya diberi penanggalan antara tahun 20 dan 70 M, karena tulisan itu mengandaikan Bait Suci bangunan Herodes masih ada (29:6).

    Martyrdom of Isaiah adalah sebuah buku sebagian Yahudi dan sebagian Kristen dalam bahasa Etiopia. Buku ini menceritakan bagaimana yesaya dibunuh dengan digergaji kayu (bab1-5;bnd Ibr 11:37). Vision of Isaiah yang telah disisipkan ke dalam tulisan asli, jelas mencirikan tambahan Kristen, karena menceritakan tentang kemarahan iblis tentang nubuat Yesaya mengenai penyelamatan melalui Kristus, dan menyebutkan sejarah kristiani sampai zaman penghambatan Nero (3:13 ; 4:18).

    Bagian buku yang dikenal sebagai Ascension of Isaiah juga bersifat Yahudi-Kristen, sebab Yesaya tidak hanya diberitahu oleh Allah tentang kedatangan Yesus, tapi juga bersaksi akan kelahiran, kematian dan kebangkitan Yesus, tapi juga bersaksi akan kelahiran, kematian dan kebangkitan Mesias yang akan datang. Penanggalannya mungkin abad 2 SM.

    Tambahan lagi ada beberapa buku Yeremia palsu dan Daniel palsu dari zaman pra Kristen, yang baru saja muncul dari perpustakaan Qumran dan belum diteliti secara cermat. Tapi karya yang telah dikenal sebagai Paralipomena of Jeremiah The Prophet, jelas pengaruh Kristen. Dalam buku ini menyajikan catatan mengenai lingkungan Yeremia yang agak lebih dini. Tujuannya khusus menentang perkawinan campuran.

    Kelompok Pseudepigrafa Yahudi yang jauh lebih penting ialah apokaliptik-apokaliptik, diantaranya Book of Enoch. Kitab ini adalah karya tulis gabungan, beberapa bagiannya ditulis pada kurun waktu yang berbeda-beda selama dua abad terakhir SM. bagian-bagiannya yang tertua ditulis pada zaman Makabe. Ada 5 bagian pokok dalam kitab.

    Yang pertama mengenai penglihatan Henokh tentang penghakiman di masa depan, khususnya penghakiman kepada malaikat yang telah jatuh ke dalam dosa. Kedua, dikenal sebagai The Similitudes of Enoch, terdiri dari 3 perumpamaan yang pokoknya membicarakan tema tentang penghakiman atas dunia, tapi orang benar melalui harapan mesianis mempunyai jaminan keselamatan.

    Ketiga, sebuah buku astronomi. Keempat, terdiri dari dua penglihatan ; satu tentang air bah dan yang satu lagi menceritakan sejarah dunia hingga zaman mesianis. Yang terakhir adalah bunga rampai dari peringatan-peringatan dan bahan-bahan lain, diantaranya yang paling penting ialah Apocalypse of Weeks, yang membagi sejarah dunia dalam 10 minggu, dimana 3 minggu terakhir bersifat apokaliptik.


    Karya tulis lainnya termasuk pada kurun waktu Kristen ialah Apocalypse of Ezra (2 atau 4 Esdras). Dalam buku ini ada beberapa penglihatan yang ditunjukkan kepada Ezra di Babel, yang berkaitan dengan soal penderitaan Israel, dan ihwal itu diteruskan hingga zaman penulis sendiri (hingga kurun waktu setelah tahun 70 M, ketika persoalan itu menjadi hangat).

    Rasa tidak berpengharapan yang meliputi buku ini akhirnya diringankan hanya oleh kepercayaan yang samar-samar kepada suatu zaman emas yang akan datang. Buku ini adalah hasil jerih payah yang sungguh-sungguh, tapi tak berhasil memecahkan persoalan yang mendesak. Penanggalannya kira-kira pada akhir abad pertama SM.

    Pada waktu yang kira-kira sama, muncullah Apocalypse of Baruch (atau Barukh Siria), yang memiliki banyak pemikiran yang sama dengan buku yang diatas. Buku ini oleh beberapa ahli dipandang sebagai tiruan dari buku yang lebih hebat yaitu 2 Esdras. Di tengah pesimisme yang diakibatkan keruntuhan Yerusalem, bersemi harapan tipis hingga mulainya pemerintahan damai Mesianis. Zaman sekarang adalah zaman keputusasaan tanpa keringanan, ditandai oleh air laut yang amat jorok, tapi kedatangan Mesias, yang ditandai oleh petir, membawa penghiburan.



    2.Kelompok Yahudi-Helenisme


    Pseudepigrafa Yahudi-Helenisme yang lebih menonjol adalah tulisan-tulisan propaganda (Letter of Aristeas dan bagian-bagian dari Sibyline Oracles), sejarah legendaris (3 Makabe), filsafat (4 Makabe) dan apokaliptik (sebagian dari Slavonic Enoch, dan sebagian Greek Baruch).

    Letter of Aristeas, gayanya berasal dari zaman penulisan LXX seperti diusulkan Ptolemeus II, Filadelfos, dari Mesir (285-245 SM). Ceritanya sendiri bersifat legendaris dan dalam kenyataannya ditulis oleh seorang Yahudi (kira-kira 100 SM), yang ingin memuji dan mempropagandakan hukum Taurat dan agama Yahudi kepada kaum Helenisme yang sezaman dengan dia. Buku ini adalah sebuah pembelaan agama Yahudi terhadap pencela-pencelanya dari golongan non-Yahudi.


    Sekitar tahun 140 Sm seorang yahudi dari Aleksandria menghasilkan beberapa Sybiline Oracles, meniru firman-firman dewi Yunani kuno yang dianggap berasal dari Sibil, seorang nabiah kafir yang sangat dihormati oleh orang Yunani yang sezaman, juga oleh banyak orang Yahudi bahkan orang Kristen dari kurun waktu yang lebih kemudian. Tak terbilang banyaknya tambahan yang dimasukkan kepada firman dewi ini.

    Dari 12 buku yang ada sebagian besar nampaknya berasal dari orang Kristen, tapi buku 3-5 pada umumnya dipandang bersifat Yahudi. Buku-buku ini khususnya adalah propaganda, memuat terutama ihwal penghakiman-penghakiman atas bangsa-bangsa non Yahudi. Dalam buku 3 muncul tinjauan ulang atas sejarah Israel zaman Salomo hingga Antiokhus Epifanes dan pengganti-penggantinya, tapi masyarakat yahudi diuntungkan oleh kedatangan mesias.

    Ada himbauan khusus kepada Yunani supaya menghentikan kebaktian kafirnya, dan tujuan apologetik yang kuat ini selanjutnya nampak dalam anggapan bahwa Sibil sebenarnya adalah keturunan Nuh.

    3 Makabe adalah hiasan legendaris, dirancang bagi pemuliaan orang Yahudi di Mesir pada masa pemerintahan Ptomeleus Fiskon. 4 Makabe adalah khotbah filsafati, penulisnya seorang Yahudi Helenistis yang jelas bersifat legalistis, membicarakan pengawasan nafsu-nafsu oleh akal, dan dengan ini ia memperlihatkan kecenderungannya kepada Stoa. Namun yang benar-benar dikaguminya ialah hukum Taurat Musa. Kendati tak berhasil ia telah berusaha mencari suatu sintese antara keduanya.

    Secara keseluruhan, pustaka Pseudepigrafa menyinarkan terang yang menarik pada kurun waktu persiapan Injil. Kepustakaan ini ditunjuk pada zaman nabi tidak lagi berperan menyampaikan pengumuman, dan ketika penghormatan kepada hukum Taurat makin bertambah-tambah.

    Zaman itu adalah zaman kebingungan dan sastra apokaliptik muncul guna mendamaikan janjinubuat dengan perjanjian sejarah mutakhir yang membawa malapetaka, dan untuk memproyeksikan pemenuhan janji-janji ini ke dalam suatu zaman yang masih harus datang. Buku-buku itu beredar luas diantara bangsa Yahudi. Beberapa penulis PB mungkin mengenal tulisan ini.

    Mengenai pemakaian nama orang dari zaman-zaman lampau memang asing bagi gagasan-gagasan modern. Tapi karya tulis yang jumlahnya amat besar memakai nama orang lain membuktikan kemanfaatannya bagi zamannya, mungkin hal itu demikian demi keamanan dan guna menjamin otoritas tulisan itu semaksimal mungkin.

    Banyak perbedaan dan perkembangan teologis dalam kepustakaan ini dibandingkan kurun waktu nubuat yang mendahuluinya. Secara hakiki zaman yang akan datang berbeda dari zaman sekarang. Zaman yang akan datang mempunyai asalnya sendiri yang adikodrati yang akan mengganti zaman ini, yang dipandang berada di bawah kekuasaan pengaruh-pengaruh jahat.

    Ajaran tentang dua zaman ini menjadi ciri khas dari kurun waktu antar perjanjian dan mengema disana-sini di dalam PB. Perlu diperhatikan bahwa kendati ini adalah pendekatan apokaliptik kepada sejarah masa akan datang, harapan Mesianis selama kurun waktu itu tidak begitu ditonjolkan seperti sebelumnya.

    Gambaran yang paling jelas terdapat dalam Book of Enoch. Disitu gagasan Mesianis lebih transedental, sejajar dengan transendentalisme yang makin bertambah-tambah dalam gagasan tentang Allah. Anan Manusia sebagai tokoh surgawi yang telah ada sebelum dilahirkan, digambarkan menghakimi bersama Allah.

    Ciri lain yang mencolok dari kepustakaan ini adalah perhatian yang surut dalam hal kebangsaan yang murni dan dalam perkembangan perseorangan, disatu pihak, dan universalisme di lain pihak. Tapi barangkali sumbangan kepustakaan ini yang paling besar, ialah menentang upaya legalisme agama Yahudi yang makin bertambah-tambah, khususnya antara Farisi, sekalipun legalisme ini tidak tuntas terhapus dari banyak buku itu.



    Sumber :
    Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Jilid 2, p 275-277

    Posted at 10/17/2007 5:40:41 pm by KaLvHiN
    Make a comment  

    Friday, March 23, 2007
    Doa Sebelum Pulang

    Kau menyebutku bangsat.
    Harus bagaimana aku menyebutmu ??

    Ah, sudahlah, terlalu banyak kata - kata makian di kepalaku, tapi tak ada yang benar - benar pantas untukmu ...

    Tapi beri aku waktu mencari
    Sebutan yang cocok untukmu ...
    Menunggu redanya amarah kita

    Sementara aku mencari ..
    Hingga kita bertemu lagi..
    Aku ingin bilang,
    "Semoga Tuhan memberkatimu,memaafkanku dan mengampuniku dengan menjadikanku sahabatmu lagi, karena aku sudah membuatmu marah dan terpaksa memaki aku karena kemarahan itu".



    Posted at 3/23/2007 1:55:47 am by KaLvHiN
    Make a comment  

    Friday, March 16, 2007
    Hiduplah ..

    Oleh : Andrie Wongso

    Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang
    dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras,
    sambil
    suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.

    Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil
    berkata, "Ada apa anakku pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku?
    Ada sesuatu yang penting?" "ampun guru, maafkan saya terpaksa
    mengganggu
    tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan" Si guru kemudian
    mempersilahkannya masuk kedalam rumah dan pemuda itupun segera
    menceritakan kegundahannya yakni semalam dia bermimpi di jemput
    malaekat
    dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi
    sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia
    terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul
    perasaan
    takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaekat benar-benar datang
    kepadanya.

    Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan
    datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku.
    Kematian adalah rahasia Tuhan". "Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan
    selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini desak si
    murid. "Baiklah. Sebenarnya, rata-rata manusia meninggal berusia 70
    sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih
    dari perkiraan tersebut". Merasa tidak puas dia kembali bertanya "jadi,
    umur berapakah manusia pantas untuk mati?" sambil pandangannya
    menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu
    manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu,
    manusia semakin tua dan kapanpun bisa mengalami kematian". "lalu,
    bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"tanyanya lagi. "

    Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai
    hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. bekerjalah secara
    jujur
    dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan.
    Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti? Dengan wajah gembira
    si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. saya akan belajar
    dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini
    sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru".

    Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari
    kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari
    esok
    belum datang,

    Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagian bagi setiap
    orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh
    totalitas!
    Sekali lagi,

    Hiduplah saat ini!!

    Merdeka dan Tetap Semangat !!


    Posted at 3/16/2007 6:11:37 pm by KaLvHiN
    Make a comment  

    Wednesday, March 07, 2007
    Chatting Dgn Tuhan

    TUHAN :
    Kamu memanggilKu ?

    AKU :
    Memanggilmu?
    Tidak.. Ini siapa ya?

    TUHAN :
    Ini TUHAN.
    Aku mendengar doamu.
    Jadi Aku ingin berbincang-bincang denganmu.

    AKU :
    Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik.
    Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

    TUHAN :
    Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

    AKU :
    Nggak tau ya.
    Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun.
    Hidup jadi seperti diburu-buru.
    Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

    TUHAN :
    Benar sekali.
    Aktivitas memberimu kesibukan.
    Tapi produktivitas memberimu hasil.
    Aktivitas memakan waktu, produktivitas membebaskan waktu.

    AKU :
    Saya mengerti itu.
    Tapi saya tetap tidak dapat menghindarinya.
    Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

    TUHAN :
    Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk.
    Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

    AKU :
    OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

    TUHAN :
    Berhentilah menganalisa hidup.
    Jalani saja.
    Analisalah yang membuatnya jadi rumit.

    AKU :
    Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

    TUHAN :
    Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin.
    Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa.
    Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu.
    Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

    AKU :
    Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

    TUHAN :
    Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari.
    Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

    AKU :
    Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.

    TUHAN :
    Rasa sakit tidak bisa dihindari,
    tetapi penderitaan adalah sebuah pilihan.

    AKU :
    Jika penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita ?

    TUHAN :
    Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan.
    Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
    Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita.
    Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik, bukan sebaliknya.

    AKU :
    Maksudnya pengalaman pahit itu berguna ?

    TUHAN :
    Ya.
    Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras.
    Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

    AKU :
    Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu ?
    Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah ?

    TUHAN :
    Masalah adalah rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental.
    Kekuatan dari dalam diri bisa keluar melalui perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

    AKU :
    Sejujurnya, di tengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah...

    TUHAN :
    Jika kamu melihat ke luar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah.
    Lihatlah ke dalam.
    Melihat ke luar, kamu bermimpi.
    Melihat ke dalam, kamu terjaga.
    Mata memberimu penglihatan.
    Hati memberimu arah.

    AKU :
    Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita.
    Apa yang dapat saya lakukan?

    TUHAN :
    Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain.
    Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri.
    Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan
    daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan.
    Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain berkejaran dengan waktu.

    AKU :
    Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

    TUHAN :
    Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan,
    daripada masih berapa jauh saya harus berjalan.
    Selalu hitung yang harus kau syukuri, jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

    AKU :
    Apa yang menarik dari manusia ?


    TUHAN :
    Jika menderita, mereka bertanya "Mengapa harus aku?".
    Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya "Mengapa harus aku?"

    AKU :
    Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya di sini?

    TUHAN :
    Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu.
    Berhentilah mencari mengapa saya di sini.
    Ciptakan tujuan itu.
    Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

    AKU :
    Bagaimana saya bisa mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini?

    TUHAN :
    Hadapilah masa lalumu tanpa penyesalan.
    Peganglah saat ini dengan keyakinan.
    Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

    AKU :
    Pertanyaan terakhir, Tuhan.
    Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

    TUHAN :
    Tidak ada doa yang tidak dijawab.
    Seringkali jawabannya adalah TIDAK.


    AKU :
    Terima kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

    TUHAN :
    Oke.
    Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut.
    Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan.
    Percayalah padaKu.
    Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

    Writer : NN



    Posted at 3/7/2007 5:09:14 pm by KaLvHiN
    Comment (1)  

    Wednesday, February 28, 2007
    Jogja, 18 Februari 2007

    Langit murka !
    <"Tak biasa hatiku begini gelisah", bisikku sendiri.>

    Hujan Lebat seolah mengurung ..
    Dalam ketakutan .. Kami merasa terkurung

    Ku dengar di sisi sana
    Badai mulai datang
    Menguji kepasrahan
    Memasung harapan di belung hati terdalam

    Lalu hujan tiba - tiba diam
    Ku arahkan mataku tinggi
    Memaksa resahku ikut selidik ...
    <"Sunyi yang asing ", hatiku meragu.>
    Disela isak tangis yang tertahan
    <"Sudah saatnyakah meratap ?", lirihku berdoa.>

    <"Sebentar ... ", ucap otakku kepada hati.>
    Lamat terdengar suara burung bernyanyi riang - seolah bersyukur atas berkah hujan hari ini
    Menjadi sebuah keindahan yang janggal .. < - Jeda - >

    Dan hujan datang kembali
    Kali ini, menemani kami menangis
    Meratapi hidup yang berserakkan
    Di antara puing - puing damai
    Yang pagi tadi masih indah ..

    <"Ah, Thanx Dear Lord, kami masih boleh hidup meski harus kehilangan lagi", ucapku lirih sebagai sekelumit doa yang terucap dari hati ketika kembali menatap langit di antara hujan rintik rintik malam itu.>


    - Dipersembahkan kepada Para Korban Puting beliung Yogyakarta -

    - Satu Jogja -
    - Satu Wajah -
    - Satu Duka -
    - Satu Tangis -

    Posted at 2/28/2007 4:03:37 am by KaLvHiN
    Make a comment  

    Wednesday, February 14, 2007
    Happy Valentine Day 2007




    Happy Valentine Day ...

    Semoga cinta memayungin hari - harimu ..

    Hingga Akhir Hidupmu ...

    Di dalam setiap duka dan kebahagiaan


    CInta selalu ada ... Sayang selalu hadir

    Meski kadang tidak dalam sosok dan keadaan Yg selalu sama ..


    Big God BleSS U


    Posted at 2/14/2007 7:17:11 pm by KaLvHiN
    Make a comment  

    Tuesday, February 13, 2007
    Aku dan Temenku, Sosok Dalam Gelap


    Temenku berkata,

    "Lop, gak usah ngantri kalo di bioskop tempat dah penuh, duduk aja di pojok atau di depan pintu keluar, Cukup kok. Kamu bisa denger banyak cerita. Biasa, angin suka nakal bergossip, tanpa memilah - milah cerita yg pantas atau kuping sapa yang perlu mendengar. Kamu akan bisa mendengar kisah banyak orang hanya dengan duduk diam dalam keremangan. Toh orang tak perlu melihat keberadaanmu, krn terkadang keberadaan fisik itu tak penting, tapi kasih di dalam ketiadaan itu selalu berkesan, seperti Tuhan yang ada tapi juga tiada, juga seperti halnya hidup itu sendiri, bukan untuk apa yang bisa kamu lihat, yang bisa kamu sentuh (Walau kamu kadang membutuhkannya), tapi untuk sesuatu yang tak terlihat oleh inderamu, bagian yang terhapus, mungkin menghilang dari cakrawala imajinasimu, ketika kamu telah memeluk dunia terlalu erat dan tersungkur, lalu menghambakan dirimu. Dan dunia ini (mungkin) tong sampah, tapi keruklah, agar kau kenali setiap jenis - jenis bau sampah, bersihkanlah yang masih pantas kau kenakan, yang masih pantas untuk kau miliki, perbaikilah yang masih bisa diperbaiki, tapi biarkanlah yang sudah terlanjur teruai waktu dan menjadi tak berguna. Tidak semua hal baik, berkenan dan sempurna, jadi pilihlah dengan cermat, kemasilah dan bagikan juga pada yang masih membutuhkan. Waktunya tak lagi lama ...Jadi pekalah, agar bisa tahu banyak hal, memahami byk hal dan berbuat semampunya, Tapi ingat, tak perlu melakukan apa yang bukan bagianmu, karena setiap orang punya perannya sendiri, sesuai yang dianugerahkan padanya, seperti tubuh yang memiliki banyak bagian,biarkan setiap bagian menjalankan perannya masing - masing agar semuanya berjalan efektif dan efisien".

    Lalu dia bertanya,"Lop, Kamu makan untuk hidup atau hidup untuk makan ?"

    "Kamu mencintai untuk dicintai Atau kamu mencintai untuk memiliki atau kamu mencintai untuk sekedar berbagi ?"

    "Kamu akan memberi ketika kamu berkelebihan, kamu membagi karena kamu mampu atau kamu memberi karena kamu mencintai dan mengasihi ??"

    "Jika hidupmu adalah 'kegelapan', jika masa depanmu adalah rahasia, lalu siapakah kamu ?? Boneka ?? Binatang jalang yang hidup dan kehidupannya cuma berdasarkan untung - untungan ??"

    Dan aku menjawab,"Kamu bertanya karena ingin tahu atau kamu sengaja bertanya karena sudah tahu, tapi ingin menemukan jawaban yang berbeda Atau sekedar ingin mengetahui aku ? Jujur, sumpah aku gak ngerti kamu ngomong apa, tapi ah, terimakasih untuk kebingungan hari ini, lain kali kita sambung lagi ... ".



    Posted at 2/13/2007 3:42:36 am by KaLvHiN
    Make a comment  

    Previous Page Next Page