Nyanyian Jiwa





   

<< June 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30



-- Link - Link --

  • Lirik Barat
  • Dian Sastrowardoyo

  • Wikipedia Indonesia

  • Lirik Lagu Nasional

  • Sekilas Tentang 100 Tokoh Dunia


  • --Cuaca--
    Click for Jogyakarta, Indonesia Forecast Click for Jakarta Observatory, Indonesia Forecast Click for Sorong, Indonesia Forecast Click for Kota Jayapura, Indonesia Forecast -- Statistik-- Statistik User Online
    1
    Page Views
    1991107
    From
    1.1 tazza:3128 (squid/2.6.STABLE5) 61.8.74.186
    Indonesia
    Browser
    Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1)
    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    rss feed

    Monday, June 02, 2008
    Mei 2008 ( Aku dan Kemarahanku )

    Aku terpuruk bersimbah penat
    Berteriak menggelagar
    Jiwa - jiwa serakah dan egois itu menatapku
    Mataku nanar penuh darah
    Telunjukku menghardik tanpa suara
    Mereka menjadi kosong
    Menguap entah kemana
    Bersembunyi dalam kepalsuan ..
    Makin dalam ..
    Tak bisakah mereka mendengarku dengan hati ??

    Aku jatuh oleh letih..
    Jutaan peluh menari di tubuhku
    Lembabnya merasuki jiwaku
    Dingin ..
    Hampa..
    Tapi membuat apiku makin berkobar

    Siapakah yang mengenal aku ??
    Kesunyian makin beku ( lagi - lagi tanpa suara ..)
    Siapakah yang mengingat kata - kataku ??
    Iblis - iblis itu muncul mengancungkan tangan..
    "Pergilah ...
    Sebelum kulumat, hingga engkau tak lagi mengenali wujudmu".

    Wahai engkau bangsat - bangsat kegelapan
    Ketika gelap engkau datang..
    Ketika terang engakau menghilang ...
    Bukan karena engkau takut cahaya ..
    Tapi engkau malu dikenali

    Sudah kunajiskan engkau di antara segala penghuni
    Agar engkau selalu tak kasat mata
    Hiduplah dimana engkau suka
    Tapi jangan di hatiku
    Bahkan hanya bauk kentutumu
    Bisa membuat ku meradang lagi

    Aku merebah..
    Pikiranku terurai
    Menjuntai jadi cerita ..
    Kuikat perlahan menjadi satu
    Agar tidak terlepas menjadi kisah yang liar

    "Cobalah sadari dan tenangkan hatimu. Tak perlu kamu harus terlalu peduli pada semua hal, karena setiap orang bermain sesuai dengan perannya. Dunia ini sarat oleh kepentingan dan kebohongan," pikiranku menyeruak.
    Tapi batinku merintih, "Aku belum bisa memahami".

    Alam luruh dalam sunyi
    Sejumput tetes hujan jatuh digenggaman
    Mei 2008 berlalu ..
    Tertatih aku melangkahi jiwaku

    "Tuhan, inilah aku. Sudah kubunuh hasrat dan kebencianku agar kita bisa kembali berdiskusi. Tapi tolong, berikan air penyucianMu, agar bisa kubasuh tubuh, jiwa dan rohku, karena sudah kubiarkan dunia memperkosa aku sepanjang musim ini."

    PS : Maaf untuk semua yang sudah merasa terpojok karena kemarahanku dan kata - kataku . Sekali lagi, Maafkan saya.

    Posted at 6/2/2008 6:16:29 pm by KaLvHiN

     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry