Nyanyian Jiwa





   

<< March 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31



-- Link - Link --

  • Lirik Barat
  • Dian Sastrowardoyo

  • Wikipedia Indonesia

  • Lirik Lagu Nasional

  • Sekilas Tentang 100 Tokoh Dunia


  • --Cuaca--
    Click for Jogyakarta, Indonesia Forecast Click for Jakarta Observatory, Indonesia Forecast Click for Sorong, Indonesia Forecast Click for Kota Jayapura, Indonesia Forecast -- Statistik-- Statistik User Online
    1
    Page Views
    1991107
    From
    1.1 tazza:3128 (squid/2.6.STABLE5) 61.8.74.186
    Indonesia
    Browser
    Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1)
    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    rss feed

    Friday, March 16, 2007
    Hiduplah ..

    Oleh : Andrie Wongso

    Pada suatu pagi buta, seorang pemuda mendatangi rumah gurunya yang
    dikenal bijak di desa itu. Dia mengetuk pintu rumah dengan keras,
    sambil
    suaranya terdengar memanggil-manggil gurunya.

    Si guru sambil mengusap matanya dan menahan kuap membuka pintu sambil
    berkata, "Ada apa anakku pagi-pagi begini mengganggu nyenyak tidurku?
    Ada sesuatu yang penting?" "ampun guru, maafkan saya terpaksa
    mengganggu
    tidur guru. Ada sesuatu yang ingin saya tanyakan" Si guru kemudian
    mempersilahkannya masuk kedalam rumah dan pemuda itupun segera
    menceritakan kegundahannya yakni semalam dia bermimpi di jemput
    malaekat
    dan diajak pergi meninggalkan dunia ini. Dia ingin menolak tetapi
    sesuatu seperti memaksanya harus pergi. Saat tarik menarik itulah dia
    terbangun sambil berkeringat dan tidak dapat tidur lagi. Timbul
    perasaan
    takut dan tidak berdaya membayangkan bila malaekat benar-benar datang
    kepadanya.

    Si pemuda kemudian bertanya kepada gurunya, "Guru, kapan kematian akan
    datang kepada manusia?" Gurunya menjawab, "Saya tidak tahu anakku.
    Kematian adalah rahasia Tuhan". "Aaaakh, guru pasti tahu. Guru kan
    selalu menjadi tempat bertanya bagi semua orang di daerah sini desak si
    murid. "Baiklah. Sebenarnya, rata-rata manusia meninggal berusia 70
    sampai 75 tahun. Tetapi sebagian ada yang tidak mencapai atau lebih
    dari perkiraan tersebut". Merasa tidak puas dia kembali bertanya "jadi,
    umur berapakah manusia pantas untuk mati?" sambil pandangannya
    menerawang keluar jendela, sang guru menjawab, "Sesungguhnya, begitu
    manusia dilahirkan, proses penuaan langsung terjadi. Sejak saat itu,
    manusia semakin tua dan kapanpun bisa mengalami kematian". "lalu,
    bagaimana sebaiknya saya menjalani hidup ini?"tanyanya lagi. "

    Hidup sesungguhnya adalah saat ini, bukan besok atau kemarin. Hargai
    hidup yang singkat ini, jangan sia siakan waktu. bekerjalah secara
    jujur
    dan bertanggung jawab, usahakan berbuat baik pada setiap kesempatan.
    Jangan takut mati, nikmati kehidupanmu! Mengerti? Dengan wajah gembira
    si murid berkata, "Terima kasih guru, saya mengerti. saya akan belajar
    dan bekerja dengan sungguh-sungguh, berani menghadapi hidup ini
    sekaligus menikmatinya. Saya pamit guru".

    Hiduplah saat ini, tidak usah menyesali hari kemarin, karena hari
    kemarin sudah berlalu, tidak usah cemas akan hari esok, karena hari
    esok
    belum datang,

    Hanya hari ini yang menjanjikan kesuksesan , kebahagian bagi setiap
    orang yang mau dan mampu mengaktualisasikan dirinya dengan penuh
    totalitas!
    Sekali lagi,

    Hiduplah saat ini!!

    Merdeka dan Tetap Semangat !!


    Posted at 3/16/2007 6:11:37 pm by KaLvHiN

     

    Leave a Comment:

    Name


    Homepage (optional)


    Comments




    Previous Entry Home Next Entry