<< April 2017 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30



-- Link - Link --

  • Lirik Barat
  • Dian Sastrowardoyo

  • Wikipedia Indonesia

  • Lirik Lagu Nasional

  • Sekilas Tentang 100 Tokoh Dunia


  • --Cuaca--
    Click for Jogyakarta, Indonesia Forecast Click for Jakarta Observatory, Indonesia Forecast Click for Sorong, Indonesia Forecast Click for Kota Jayapura, Indonesia Forecast -- Statistik-- Statistik User Online
    1
    Page Views
    1991107
    From
    1.1 tazza:3128 (squid/2.6.STABLE5) 61.8.74.186
    Indonesia
    Browser
    Mozilla/4.0 (compatible; MSIE 6.0; Windows NT 5.1)
    If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


    rss feed

    Wednesday, June 15, 2016
    (Blank) (Lagi)

    Jika seseorang berkata buruk tentangmu,
    Jangan dengarkan..
    Karena kaulah yang paling mengerti dirimu.

    Tapi jika seseorang berkata buruk tentangku.
    Tolong dengarkan..
    Karena kau tak harus percaya aku.

    Posted at 6/15/2016 11:57:23 pm by KaLvHiN
    Make a comment  

    (Blank)

    Yang hilang tak'kan pernah ditemukan lagi.
    Yang pergi tak'kan pernah kembali.
    Yang ada hari ini, bukanlah yang ada kemarin.

    Seseorang bilang,
    Hidup itu cair..
    Seperti bulir..
    Aku ini..

    Aku adalah penyendiri.
    Yang mengalir melewatimu
    Mungkin hanya sesekali
    Dan pada akhirnya..

    Hilang..


    Posted at 6/15/2016 11:48:45 pm by KaLvHiN
    Make a comment  

    Tuesday, May 31, 2016
    Karena..

    Karena kau ingin aku pergi,
    Aku pergi..

    Posted at 5/31/2016 12:16:09 am by KaLvHiN
    Make a comment  

    Friday, May 13, 2016
    ?!

    Jangan pernah bertanya,
    "Apa semua baik - baik saja?"
    Karena kepergianmu tak pernah menyisahkan kebaikan.
    Dan kau tau itu dengan pasti.

    Posted at 5/13/2016 10:45:25 pm by KaLvHiN
    Make a comment  

    Tuesday, April 12, 2016
    Apa kabarmu

    "Apa kabarmu?"
    Itulah yg tertulis di depan pintu
    Malam pertama sejak engkau pergi..
    Agar kau tau..
    Aku menanyakan itu setiap saat
    Pada penantian..

    11 April 2016.
    RS Dian Harapan


    Posted at 4/12/2016 12:20:29 am by KaLvHiN
    Make a comment  

    Wednesday, April 06, 2016
    Kembali

    Lama waktu berhenti
    Senyap..
    Tiada..

    Sisa sesak sesak lama
    Berbaur dengan debu..
    Dalam ingatan yang nyaris pupus..

    Kini aku kembali
    Aku bernapas lagi..

    Dari timur pesisir negeri
    Sentani, Papua

    Posted at 4/6/2016 3:41:48 am by KaLvHiN
    Make a comment  

    Thursday, February 12, 2009
    Earthie & Keysha

    Anda tau bagaimana rasanya ketika orang yang anda cintai memutuskan untuk meninggalkan anda & menikah dengan orang lain?

    Saya harap kisah yg akan saya tuturkan hari ini, bisa membawa anda untuk sedikit ikut merasakan apa yang saya rasakan ketika saya mendengar kisah ini dituturkan oleh seseorang yg bernama Earthie, pada 17 Jan 2009, di malam minggu yg basah oleh hujan.

    17 Januari 2009. Pukul 20:01

    Malam itu semua seakan berbeda. Daya magis hujan seakan mengikat malam dengan susana sendu yang aneh. Saya memilih untuk tetap di rumah, mendengar musik. Rasanya ini pilihan satu – satu nya yang paling tepat untuk menghabisan malam ini.

    “Oh iya, hari ini Earthie siaran”, batinku sambil buru - buru menyalakan radio.

    Selalu nyaman mendengar Earthie siaran. Suaranya yg rada cempreng menyebalkan, kata – katanya yg slalu bikin semangat, ceplas ceplos, sedikit anti melow, sangat cocok untuk didengar pada malam seperti ini. Dingin - dingin sunyi yang tak biasa. Aura sepi yg bikin bingung hati, ingin brhembus kemana.



    Tapi..

    “Sebentar.. Ada yg aneh dgn Earthie hari ini?”, batinku.

    Lagu yg diputarnya, semua melow.Apalagi,hanya sesekali dia bicara.Itupun tentang cinta. Tumben? Tidak, bukan tumben,tapi lebih tepatnya, aneh.



    “Ah, Earthie lg payah.Malam ini benar - benar payah”.



    30menit berlalu..



    Hem… Earthie mulai bicara. Dan inilah yang dituturkannya :





    Malam ini, saya lagi teringat banget sama seseorang. Mantanku. Namanya : Keysha. Hari ini, tepat ulang tahunnya. Jadi terkenang segala kenangan bersamanya, juga kenangan yang menyisahkan perih dalam yang cukup lama untuk dilupakan.



    Suatu hari, dia menghubungi saya & memutuskan untuk berpisah. Dia memutuskan untuk menikah dengan lelaki lain.



    “Aku gak mungkin menunggu kamu lagi, Earthie. Aku harap kamu bisa ngerti”.



    “Tapi.. ,” belum selesai saya bicara, dia sudah memotong seolah tahu jalan pikiranku.



    “Ini bukan tentang cinta. Kamu harus percaya isi hatiku yang sudah kamu tahu sejak lama”, katanya lirih.

    Aku tahu, saat ini dia menangis… Isak yang pelan, tangisan yg perih di hatiku.



    “Lalu apa arti semua ini?”, kataku, tak tau apa yg bisa aku percaya.

    “Ini tentang hidup, Earthie. Tentang Hidupku. Jika kamu cinta, kamu pasti akan memahami semua ini.”



    Lalu kosong yang panjang…



    “Aku akan menikah dalam waktu dekat. Kamu akan terima undangannya”.



    “Apa? Haruskah secepat ini?”, tanyaku tak percaya.



    Aku gak tau hrs bicara apa lagi. Aku diam. Pikiranku berputar cepat, melompat dari satu kekalutan kepada satu perih yang berbeda.

    Tapi dia benar, Aku gak mungkin menghalanginya, atas dasar apapun, apalagi cuma atas dasar cinta . Karena itu tidak adil untuknya. Meski ini juga, tidak adil untukku.

    Ya Tuhan, rasanya ternyata memang sakit. Selama ini aku selalu berpikir , bahwa aku akan selalu sanggup menghadapi segala macam lara dengan baik.

    Tapi aku tidak mungkin menangis di depannya, di telp ini, dengan segala cinta yang masih ada di hatinya dan hatiku.



    “Kmu tak harus datang, karena aku tahu ini berat buat kita, meski aku berharap..”,ucapnya ragu - ragu.

    “Kamu mau datang, meski hanya sebentar”, lanjutnya.



    “Aku tidak tahu, Key, Tapi akan kupikirkan”, kataku.



    Lalu dengan sedikit basa - basi, telp itu ditutup.



    Tidak mungkin ini cuma mimpi, karena aku tak ingat kapan aku mulai tertidur.

    Ini pasti bukan mimpi, karena sakitnya membuatku tak kan bisa tertidur.

    Ya Tuhan, keindahan itu berakhir hanya dalam sekejap.



    Hari berlalu dengan pelan, terlalu pelan. Sementara kekalutanku tak kunjung sirna, menapak tertatih mencari jawaban dari semua tanya.

    Tanya? Tanya tentang apa lagi? Bukankah beginilah hidup?

    Ada awal, pilihan, kesempatan & akhir?

    Tapi bukan ini akhir yg kumau. Bukan ini jalan hidup pilihanku.

    Inikah namanya pengorbanan cinta? Yang berkorban harus selalu kehilangan. Kehilangan yang dicintainya..



    Tapi ini…

    Ini terlalu menyakitkan.

    Semua ini terlalu menyakitkan.

    Aku msh duduk memandangi kosong, setiap malam. Sesekali melirik fotonya, yang menghiasi begitu banyak sisi di kamarku.



    Kenapa kamu meninggalkan aku ketika kamu berkata masih sangat mencintai aku?

    Aku masih tak bisa mengerti.



    Waktu terus berlalu.

    Aku menapakinya dengan payah.

    Aku menapakinya dengan rintih.

    Tak ada pilihan lain.

    Tapi paling tidak, aku msh hidup.

    Bertahan.



    Undangan itu tak pernah datang. Hanya sebuah pemberitahuan via sms.

    Dengan sebuah pesan tambahan di akhir:



    “Aku gak jadi kirim undangan. Aku tahu kamu gakkan pernah membukanya. Sms ini rasanya cukup.

    Gak perlu bawa undangan. Datanglah jika bisa, kamu akan selalu diterima”.



    Aku tidak ingat persisnya kapan pernikahan itu, aku gak benar - benar membaca smsnya. Aku hanya membaca pesan tambahan itu.





    Dan aku menangis hampir setiap malam..

    Tapi aku masih saja hidup, bertahan dengan perihku.

    Hingga..



    “Hey.. Hallo Earthie“, suara lembutnya yang begitu kukenali, yang begitu kurindu.



    “Aku brusaha melihatmu, mencarimu kemana - mana, tapi kamu gak kelihatan“, katanya.

    “Kmu mencariku..? Knp?”, tanyaku kaget.

    “Iya. Ini kan hari pernikahanku”, katanya lagi

    “Ooo..”, kataku dalam hati, kembali terduduk lemas.

    “Kamu gak datang, Knp? Kamu lupa atau sengaja melupakan?”, tanyanya.

    “i\Iya aku lupa sampaikan. Aku ada keperluan mendadak, aku gk bisa meninggalkannya”, kataku berbohong.



    Iya, aku tidak bisa meninggalkan kesedihanku.

    Maafkan aku sayang, tapi semoga kamu bahagia selalu. Aku merestuimu dgn seluruh rasa cintaku. Semua perih ini akan kutanggung dengan senang hati dan ikhlas demi kbahagianmu.



    “Oh, jadi begitu sekarang, sudah bisa mengabaikan aku demi hal lain?”tanyanya lagi..



    Aku diam..

    Cuma bisa diam..



    “Hey, serius amat, aku cuma bercanda”, lanjutnya.



    Dia meninggalkan acara pernikahannya, hanya untuk menelepon aku?



    Ah, kmu..

    Bagaimana jika orang tau kamu menelepon mantanmu yang kamu cintai yang masih terluka dengan semua ini?

    Bodoh…!!



    Tapi,

    Aku cinta sama kmu

    Aku selalu cinta kamu..

    Aku gak tahu harus berpikir apa..



    Pagi, Pukul 02:00 , HPku berbunyi lagi..



    “Hey, kamu ingat Film dan Lagu yang dulu aku suka banget? Lagi ada di tv neh..”, katanya.



    “Aku lagi gak rumah”, kataku,

    Padahal aku lagi di depan tv, menyimak acara yang sama dan teringat dia, semua tentang dia.



    “Kamu tahu, kesedihanmu adalah kesedihanku. Tapi aku ingin kamu juga tahu, kalo bagiku, kamu akan selalu ada di sisiku, kamu menjadi angin yang akan slalu membuat hatiku tenang, kamu jadi mimpi yang membuat tidurku indah, kamu adalah nafas yang menemaniku. Dalam kesepianku, kamu akan selalu ada untuk membuatku tertawa. Dalam kerinduanku, kamu akan selalu ada, mendekap aku, memelukku. Karena sudah kupilih kamu untuk hatiku, kupilih kamu selamanya & aku kan selalu mencintaimu”, ungkap hatinya yang mengalun lembut dari bibir yang selalu rindu kukecup.



    “Aku juga mencintai kamu, masih sangat mencintai kmu”, cuma ini yg bisa aku katakan malam itu, hingga dia menutup telp-nya.



    Hari demi hari berlalu, begitu lama kai tak saling mengabari. Hingga ku dapati email darinya yang sudah terkirim beberapa hari lalu.







    Dearest Earthie,



    Jangan pernah membenciku, seperti kebencianku ketika harus memilih untuk meninggalkanmu.

    Tapi Cintailah aku selalu, seperti aku mencintai diriku karena cintamu.

    Baringkanlah aku selalu di hatimu, seolah aku ada di sisimu, meski ini tak adil untukmu, tap aku ingin selalu ada di hatimu, tempat paling teduh dimana aku bisa berdiri dengan angkuh meski ketakutan menyergap sisi rapuhku, karena kamu selalu memegang hati & tanganku erat - erat sambil brucap,

    “Jangan takut cinta, aku akan selalu menjagamu meski maut menghisap habis nafasku”.



    Tapi akulah yg meninggalkanmu, menapaki jalan yang berbeda, ketika kamu masih tertidur dibungkus sayap - sayap cinta kita yang utuh, putih seperti kemilau ketulusan senyum & tatapan matamu yang penuh cinta.



    Akulah yang meninggalkanmu, berlari menjauh, menuruni bukit - bukit mimpi kita, tapi bukan untuk khianati hatiku,tapi karena aku bodoh, karena hingga kini aku masih memandang resahmu dari jauh dengan kerinduan yang dalam akan pelukmu, dengan cinta yang sama, untukmu, cinta yg kubisikan sebagai pengantar malammu. Sudah kuserahkan perawan hatiku & takkan pernah ada yang bisa menyentuhnya lagi, selain cintamu.



    PS : Balas email ini, meski aku tahu, kamu gak pernah bisa menulis tentang isi hatimu. Tapi cobalah. Demi aku …





    Dearest Keysha ..



    Aku bukan tak tau menulis hatiku tapi aku tak mau kerapuhanku terbaca olehmu, karena meki aku menangis seharian di hadapanmu, kamu takkan pernah kembali padaku. Lalu untuk apa aku ceritakan hatiku? Apakah kamu masih sudi mendengar dan kembali berkata seperti biasa,

    ”Aku masih di sini, sayang & akan selalu di sisimu”.



    Jangan bilang cinta ini masih punya makna, semenjak kamu melangkahi ketulusannya dengan pura - pura bodoh. Jangan bilang cinta ini masih punya hati, semenjak 1/2 hati itu kamu bawa pergi meninggalkan aku.

    Tapi kamu selalu benar, aku yang selalu salah, yang selalu tak bisa pahami hatimu. Dan kamu juga selalu benar, aku sudah terlanjur mencintaimu.

    Andai aku mampu, malam ini aku ingin membencimu, membenci pengkhianatanmu, membenci kebodohohanmu, membenci cinta yang selalu ada untukmu.



    Hey, dengarlah, dalam setiap jeda, ketika kamu dapati kekosongan mengendap seperti pencuri mengintaimu, di situ aku akan ada, menemani kmu dengan tangisan yang tak pernah berhenti, duduk serupa arca yang 1/2 tubuh sudah entah ada dimana.



    Kau ingin aku menulis semuanya?

    Kau ingin tahu hatiku?

    Kau mungkin tertawa, menangis ato marah, itu terserah kamu.





    Dua minggu kemudian,telp itu berbunyi kembali. Pukul 02:43.



    “Hey, apa kabar?Sudah terima emailku , kan ? Kok gak dibalas?”, kata Keysha



    “Aku belum sempat, Key. Nantilah.Tapi apa yag harus aku tulis, kamu pasti sudah tahu isi hatiku, kamu selalu tahu isi hatiku”.



    “Tapi aku gak ingin menebak terus menurus, itu selalu rumit, selalu tak pasti, meski kamu selalu mengatakan bhwa aku berhasil membaca hatiku. Lakukan, skali ini saja untukku”, ucap Key lagi.



    “Nanti malam deh, kalo sempat”.



    Earthie gak pernah mengirim email yang sudah ditulisnya.

    Dia memilih membuat email baru :







    Dearest Keysha



    Selamat untuk Pernikahanmu.

    Apa yang ada antara kita, smua itu akan jadi kenangan terindah.



    Heh, Lelaki sapa yang gak akan mencintaimu dengan tulus?

    Kamu selalu tahu gimana caranya membuat lelaki jatuh cinta padamu.

    Karena itu aku prcaya, kamu pasti akan dibuatnya bahagia, bahkan lebih dari kenangan kita.

    Kmu pantas mendapatkannya,

    Mendapatkan segala yang tak pernah mampu kuberikan.



    Sekali lagi, Selamat.

    Bahagiaku slalu u/ mu..

    Bye..



    PS : Malam ini hujan deras banget.

    Aku sempat ketiduran. Jadi maaf jika cuma ini yang bisa aku tulis.

    Masih ngantuk, pengen tidur lagi..;-)





    Dearest Earthie



    Emailmu seperti menghakimi aku? Kata – katamu mengecewakan aku. Kamu tahu, Earthie?



    Kita tak pernah punya janji untuk selalu bersama, kan? Dan kau selalu berkata, apalah arti sebuah janji ketika kita masih selalu ragu akan jalan hidup kita dengan mengusung kata – kata : Semoga Tuhan merestui, semoga kita berjodoh, semoga & cuma semoga.

    Kamu selalu berucap, kita ini apa jika cuma bisa merencanakan sambil menunggu untuk direstuiNYA dengan pasrah? Kamu bilang, ini semua pikiran - pikiran bodoh manusia.



    Aku telah memilih & pilihan itu menyakitimu. Apa aku yang salah memilih? Atau kita memang tidak berjodoh?

    Mungkin aku yang bodoh, tapi tolong jangan salah mengerti aku dengan jalan pikirmu yg kadang - kadang membuatku kuatir kalo kamu akan menjadi gila, lebih gila dari orang gila dan itu menakutkan..



    Kamu bilang, jik cinta tak memiliki, berarti itu bukan cinta, paling tidak salah satu tak lagi mencinta, tapi aku yakin rasa di hatiku ini adalah cinta & itu cuma untuk kamu & bukan karena tak cinta sampai aku memutuskan untuk meninggalkanmu. Aku masih mencintaimu, aku yakin & aku prcaya kamu tau itu. Maafkan aku, ku mohon sekali lagi, maafkan aku telah meninggalkanmu..







    Dearest Keysha



    Kita memang tak pernah punya janji, tapi seharusnya cinta itu adalah komitmen. Apa itu cinta? Kamu selalu menanyakan itu.

    Cinta itu bukan rasa yang tunggal, tapi cuma efek komulatif dari segala rasa, kasih sayang, saling hargai, ketulusan, kesetiaan dll, dan jangan lupa, juga ada keinginan untuk hidup bersama. Mungkin keinginan inilah yang gak bisa kuprtahankan untuk tetap ada di hatimu, hingga aku kehilangan cintamu.

    Dan mungkin benar, aku lupa, rasa inilah yg terpenting dalam hubungan sprti hubungan kita. Tanpa rasa ini, rasa yg merupakan komitmen & pengikat cinta, kita cuma seperti cinta dalam sebuah persahabatan. Bisa pergi kapan saja, tiba - tiba menghilang, sesaat tak saling peduli, lalu lama – kelamaan akan saling melupakan, yag membuatnya tetap ada - keberadaan yang sebenarnya semu - cuma kenangan & kebesaran hati yang merasa kehilangan.

    Inilah kita sebenarnya. Sejak kapan rasa ini hilang dari hatimu, aku gak tahu, karena andai aku tahu, aku akan mencari, menemukan & meletakannya kembali di hatimu.

    Bodohnya aku tak menyadarinya.



    Jangan pernah bilang, kalo kamu masih cinta, itu cuma akan membuatku bingung dengan keputusanmu karna tak bisa kuterjemahkan semuanya itu dgn otakku. Atau memang aku sudah terlanjur gila. Yakinilah pilihan hidupmu, patahkanlah segala rasa yang tersisa untukku, lupakan mimpi - mimpi kita, bahkan jika kamu mampu, lupakan juga aku, agar kamu bisa langkahi anak - anak tangga hidupmu dgn lebih mudah. Mulai hari ini, segalanya harus berbeda. Kita harus sama - sama menyadarinya. Aku lelaki, aku tau bagaimana caranya bertahan dari setiap dera hidup. Jangan kuatirkan aku, semua akan baik - baik saja. Kamu sudah memisahkan jalan kita. Kita harus menempuh jalan hidup masing - masing. Aku tak bisa berjanji untuk selalu ada buat kamu lagi, aku cuma bisa berjanji, hari ini cinta ini kulepas, biar dia terbang tinggi & jadi hiasan langit malam. Semoga kisah ini jadi bintang yg memberi warna bagi kehidupan.



    Tak pernah benar - benar ada akhir dari sebuah kisah, tapi jeda yang panjang, kekosongan yang pekat, senyap yang menggema hingga jauh, kadang menjadi sebuah akhir.. tanpa…

    titik.



    ( Email ini tak pernah terkirim yang terkirim cuma diam, diam yang tak terbaca jelas, diam yang menyenandungkan kesedihan )



    Angin semilir terasa melekat hingga ke hati, tapi rasanya perih..

    Di sudut ruang yg sepi..

    Aku duduk melipat tubuh..

    Memandang jauh dengan kosong.

    Memandang diriku..

    Dengan mata yang selalu basah dengan sendirinya.



    Aku merindukanmu..

    Sangat merindukanmu,

    Apakah kamu tahu ?

    Aku ingin..

    Kamu tahu…

    Cinta.

    Happy Birthday, Key.



    Bintang malam katakan padanya

    Aku ingin melukis sinarmu di hatinya

    Embun pagi sampaikan padanya

    Biar ku dekap erat waktu dingin membelenggunya



    Reff:

    Tahukah engkau wahai langit

    Aku ingin bertemu membelai wajahnya

    Kan ku pasang hiasan angkasa yang terindah

    Hanya untuk dirinya



    Lagu rindu ini kuciptakan

    Hanya untuk bidadari hatiku tercinta

    Walau hanya nada sederhana

    Ijinkan ku ungkap segenap rasa dan kerinduan



    ( Lagu rindu – Kerispatih )

    Posted at 2/12/2009 12:56:20 pm by KaLvHiN
    Make a comment  

    Next Page